
Saat anda berada dalam lingkungan, lingkungan sekolah, lingkungan bekerja, atau dilingkungan manapun anda kini ada sebuah pemimpin atau mungkin diri andalah seorang pemimpin, seorang ayah dan ibu yang memimpin anaknya, seorang guru yang memimpin ratusan muridnya bahkan yang lain bagitu banyak hal yang dipimpin seseorang agar teratur dan berkembang hingga menjadi kekuatan untuk dapat diajak bekerja sama. Mungkin ada berbeda dari seorang pemimpin yang lain memang tugas seorang pemimpin begitu berat mereka harus bertanggung jawab atas semua kerusakan yang ada pada mereka begitu banyak orang yang berkata "Seorang pemimpin adalah penguasa" seorang pemimpin memang penguasa bebas melakukan apapun sesuai dengan apa yang dia mau, memerintah bawahannya, menegur, memarahi, mengeluarkan emosi sesuka hati bahkan selalu mengkritik bawahannya.
Seorang pemimpin bukan hanya diam dan memarahi tetapi memberikan contoh kepada bawahan bagaimana menjadi seorang yang benar dalam bidang anda. Kebanyakan bawahan terampil karena seorang pemimpinnya terampil, tetapi jika seorang pemimpinnya bodoh, tidak terampil, malas dan tidak ada sedikitpun sifat untuk maju pastinya sifat bawahannyapun tidak jauh dari seorang pemimpin itu. bawahan selalu dimarahi dipaksa untuk selalu menjadi sempurna tetapi pemimpin itu tidak memberikan contoh bagaimana cara untuk bekerja lebih sempurna, tidak cukup hanya dengan memberikan latihan dasar pekerjaan dan terus menekan bawahan untuk bekerja lebih keras agar bisa menjadi sempurna. ada sebuah kisa dimana ada dua sahabat yang berbeda pendapat berdebat tentang suatu masalah hingga salah satu dari mereka menyinggung hati temannya hingga berucap kata-kata kasar, berbulan-bulan kata-kata itu tidak juga kunjung hilang dari hati dan fikirannya, pada suatu saat mereka bertemu dan salah satu dari mereka mengucapkan salam dan sipenerima kata-kata kasar yang dulu dilontarkan kata kasar olehnya berkata "Apa yang dulu anda ucapkan masih ada dalam hati dan fikiran ini, emosi yang dulu timbul dari diri anda telah menjadi dendam, dendam telah menjadi bagian dari pertempuran". sifat seseorang berbeda, kita tidak tau apakah orang itu tipe orang pendendam atau tidak, banyak dari pemimpin yang menggunakan emosi untuk memimpin bawahannya tapi ingat emosi yang berlebihan dapat menimbulkan amarah seseorang jika amarah seseorang timbul dan terjadi perkelahian diantara keduanya atau dengan yang lain si pemimpin dengan bawahan kalian akan sama2 rugi dengan cara perkelahian yang diawali dengan cara emosi kalian akan sama-sama sakit bukan kerja dan fikiran yang berkembang malah sakit yang diderita, coba bila pekerjaan dari bawahan anda salah jangan gunakan emosi anda beri dia contoh bagaimana cara bekerja yang benar dan jika mereka merasa sedikit lelah ajak mereka berkomunikasi dengan anda tentang topik yang
lain kecuali pekerjaan agar dia merasa begitu dekat dengan anda dan untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa lelah dari diri mereka dengan begitu anda baru pantas menjadi seorang pemimpin, pekerjaan anda lancar, dan sifat mereka yang tidak jauh dari diri anda karna anda yang terus menerus memberikan contoh yang benar kepada bawahan anda dan semua sama maju serentak tidak ada yang merasa dirugikan.

